Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

25 Oktober 2016

Belajar dari Burung Hud-hud

Ada layaknya kita buka lembaran kisah yang sangat agung yang terukir dalam Al Quran mulia, yang setiap baris ayatnya menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Kisah yang terukir dalam QS An Naml 22-24. 
"Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan Dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati Dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk"

22 April 2011

Hikmah dibalik Kemenangan Real Madrid


Maaf kepada fans Barcelona, saya akan mengulas kemenangan Real Madrid atas Barcelona 1-0 pada Final Copa Del Rey 2011 yang berlangsung dinihari tadi (21/4/11). Tentu dalam rangka mengambil hikmah untuk perjalanan dakwah.


Setelah dihancurkan Barcelona 5-0 di Liga Spanyol 29 Nopember 2010, Mourinho 'sang pelatih fenomenal' mulai yakin bahwa menuruti omongan pengamat itu hanya akan menghancurkan timnya. Saat itu para pengamat bola 'mengompori' Mourinho agar menerapkan strategi menyerang, yang tentu menguntungkan sang lawan yang lebih licin bermain dan sangat menguasai pertandingan. Hasilnya? kalah telak!

Dan saat ini, pada Final Piala Raja 2011, Mourinho menerapkan strateginya sendiri tanpa terpengaruh 'keinginan' para pengamat dan media massa agar menampilkan permainan menyerang. Strategi yang diterapkan oleh Jose Mourinho memang bukanlah permainan indah. Ketika susunan pemain Madrid diumumkan, Jose Mourinho memperlihatkan starting XI yang rada unik; tanpa ada satu pun penyerang murni. Mourinho juga menumpuk pemain di area timnya sendiri, sembari sesekali melakukan serangan balik. Strategi ini terbukti efektif mampu meredam gempuran hebat bertubi-tubi dari Barcelona yang secara statistik menguasi permainan 65 berbanding 35 persen. Strategi yang banyak dikritik, namun memberikan hasil positif.

Saya mencatat beberapa pelajaran buat kita:

1) Strategi (manhaj) dakwah tidak boleh terprovokasi oleh omongan (kritik) pengamat atau pemberitaan media, dengan istilah lain "jangan mengikuti irama gendang orang lain". 

Ini pula yang ditegaskan oleh Ketua Majlis Syuro ustadz Hilmi Aminuddin dalam salahsatu taujihnya beliau mengatakan "Jangan terprovokasi, jangan terseret-seret, jangan gampang jadi korban dikomporin. Gak perlu. Kita tidak perlu dipanasi orang lain, sebab temperatur jama’ah ini sudah kita atur sendiri. Kebutuhannya, panasnya segimana, kita ngatur sendiri. Nggak bisa lah dikompor-komporin siapapun."

Ini pula yang harus kita fahami dalam masalah pilihan kebijakan qiyadah, misalnya soal koalisi atau oposisi. Tidak menuruti omongan pengamat A atau B, terprovokasi oleh si X atau Y. Atau oleh sebab ketersinggungan gengsi kita umpamanya, atau kejengkelan akibat diprovokasi, lalu kita melakukan langkah-langkah sembarangan (reaktif). Karena pilihan kebijakan (strategi) harus berdasar banyak faktor, yang kalau di perusahaan harus pakai analisa SWOT (bukan sewot): Strength, Weakness, Opportunity, Threats.

"Kami bermain dengan cara seperti yang kami ingikan, dan kami juga tampil seperti itu melawan tim yang luar biasa. Itu membuat apa yang kami lakukan tampak luar biasa," ujar Mourinho (detik.com).

2) Kebijakan qiyadah tidak akan mungkin berhasil tanpa adanya komitmen, ketsiqohan, disiplin dan kerja keras jundiyah (para kader).

Perhatikan komentar dari pemain Real Madrid:

Bek Real Madrid, Sergio Ramos, mengaku siap mengikuti Pelatih Jose Mourinho hingga mati dan juga terkesan dengan kinerja pria asal Portugal tersebut yang ia nilai berhasil membangkitkan kembali mental juara "Los Blancos". Pernyataan ini disampaikan Ramos usai kemenangan 1-0 timnya atas Barcelona di final Copa del Rey, Rabu atau Kamis (21/4/2011) dini hari WIB.

"Mourinho adalah kapten dalam kapal kami dan kami akan bersamanya hingga mati. Apa yang ia tanamkan dalam diri kami adalah bekerja dengan luar biasa," tegas Ramos. (dikutip dari http://bola.kompas.com/)

Inilah yang membuat Real Madrid sukses melawan The Dream Team Barcelona, yang semua sepakat saat ini tidak ada Tim yang begitu digdaya sedunia selain Barcelona. Strategi Mourinho dan disiplin para pemain menerapkan strategi sang pelatih mampu menaklukan mission impossible.

Ikhwah fillah, kalau kita amati, sesungguhnya "badai" yang melanda jamaah akhir-akhir ini adalah upaya untuk "memecah" dua kekuatan dahsyat (ba'daLlah): (strategi) Qiyadah dan (ketaatan) Jundiyyah. Mereka tidak ingin dua kekuatan ini terus menyatu hingga tak henti-hentinya memprovokasi para kader agar hilang tsiqoh dan tidak taat lagi pada qiyadahnya.

Menghadapai upaya2 ini kita hanya mengatakan kepada mereka sebagaimana yang Nabi saw katakan kepada kaum yang menentangnya: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula). Maka kelak kamu akan mengetahui" (QS 39:39)

Atau seperti jawaban Nabi Syu'aib kepada kaumnya yang menentang:

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah (akhir kesudahannya), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu". (QS 11: 93)

Jadi, mari kita bekerja sesuai dengan strategi yang sudah diputuskan oleh syuro para qiyadah, dan biarlah mereka yang menentang kita persilahkan untuk bekerja dengan strategi mereka. Kita nikmati "permainan" ini dengan terus Bekerja Untuk Indonesia dan berserah diri pada-NYA. 

Faidza 'azamta fatawakkal 'alaLlah... 
apabila kamu telah bertekad maka bertawakkallah pd Allah.


*)penulis: admin pkspiyungan

14 Maret 2011

Janganlah menjadi Lilin

Suatu hari, al Hasan al-Bashriy kedatangan tamu budak-budak kota Bashrah. Mereka menyampaikan permohonan agar al-Hasan berkhutbah di masjid Bashrah tentang keutamaan membebaskan budak. Al-Hasan pun ber-istitsna’ (mengucap insyaAllah) menyanggupinya. Hari Jum’at tiba. Budak-budak kota Bashrah yakin bahwa hari itu adalah hari kebebasan mereka. Namun, dari sejak mengucap salam sampai mengakhiri khutbahnya, tak sepatah kata pun diucapkan al-Hasan berkenaan dengan keutamaan membebaskan budak. 

Begitulah, hal itu berlangsung selama beberapa Jum’at sampai suatu Jum’at al-Hasan berkhutbah tentang keutamaan membebaskan budak dengan begitu fasih dan baligh (mengena di hati). Seusai sholat Jum’at, budak-budak itu pun dipanggil oleh tuan-tuan mereka. Dan mereka pun merdeka, dibebaskan tanpa tebusan sepeser pun. Lalu para mantan budak itu berbondong-bondong mendatangi kediaman al-Hasan. Mereka menyampaikan kekecewaan mereka kepada al-Hasan, mengapa beliau tidak menyampaikan khutbah itu pada Jum’at pertama, yang mengakibatkan kemerdekaan mereka pun tertunda beberapa hari. 

Al-Hasan menjelaskan bahwa pada Jum’at pertama ia belum memiliki budak, dan mesti mengumpulkan uang dulu untuk membeli seorang budak. Lalu pada Jum’at berikutnya ia memang telah memiliki budak, tetapi ia masih memerlukannya untuk membantunya menyelesaikan beberapa pekerjaan. Barulah pada Jum’at berikutnya semua pekerjaannya telah selesai dan ia bisa memerdekakannya. Setelah ia membebaskan budak beliannya itulah ia baru berkhutbah tentang keutamaan memerdekakan budak. Mendengar penjelasan itu, para mantan budak itu menundukkan muka dan beranjak pulang . 
..... 


Al-Hasan benar-benar menebarkan cahaya di kota Bashrah, dan ia bukan pemberi cahaya tipe lilin yang melelehkan dirinya sendiri. Al-Hasan mengerti bahwa yang dipuji oleh Allah sebagai orang dengan ahsanu qaulan adalah orang yang menyeru kepada Allah dan ia pun mengerjakannya. (QS Al-Fushshilat : 33) 

Al-Hasan pun memahami betapa besar ancaman bagi mereka yang melupakan diri sendiri. 
Pada hari kiamat nanti akan didatangkan seorang laki-laki. Ia dilemparkan ke dalam neraka sementara ususnya berhamburan di sana. Ia berputar-putar seperti berputarnya keledai pada poros penggilingan. Para penghuni neraka mengelilinginya dan bertanya, “Wahai fulan, ada apa dengan dirimu? Bukankah yang dulu memrintahkan kepada kami perihal yang ma’ruf dan melarang kami akan yang mungkar itu adalah kamu?” Orang itu menjawab, “Aku telah memerintahkan kepada kalian perihal yang ma’ruf namun aku tidak mengamalkannya, dan aku melarang kalian akan yang mungkar namun aku justru melakukannya.” (HR al-Bukhary)
...... 

Seseorang datang kepada Ibnu Abbas dan berkata:”Hai Ibnu Abbas, saya ingin melakukan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.” 
Ibnu Abbas bertanya kepadanya,”Apakah Anda telah mencapai derajat itu?” 
Jawabnya,”Semoga begitu…” 
Ibnu Abbas berkata,”Jika Anda tidak khawatir kecewa dengan 3 ayat dalam Al-Qur’an, maka laksanakan!” 
Orang itu bertanya,”Apakah itu?” 
Jawab Ibnu Abbas:” 
1. ‘Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan dari (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?’ (Al-Baqarah : 44) 
2. ‘Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan’ (Ash-Shaff : 2-3) 
Kemudian beliau bertanya, Aapakah Anda telah melaksanakan ini?” 
Dijawab orang itu, “Belum…” 
3. ‘Syu’aib berkata: Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan dianugerahiNya aku daripadaNya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepadaNya lah aku kembali.’ ( Hud : 88) 
Ditanya oleh Ibnu Abbas:”Apakah Anda telah melaksanakn ini?” 
Jawab orang itu,”Belum…” 
Maka Ibnu Abbas berkata kepadanya :”Dahulukan memperbaiki dirimu!” 
...... 

Mengaplikasikan suatu nasihat kepada diri sendiri memang bukan perkara yang mudah. Akan tetapi kita telah tahu seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh aplikasi atas prinsip ibda’ bi nafsika. Akankah kita mengambil resiko itu? 

Namun perlu diingat, ini bukan berarti jika kita belum mampu mengerjakan hal yang ma’ruf atau meninggalkan kemungkaran, lantas sah-sah saja kita meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar…membiarkan saudara kita berada dalam kemaksiatan…Tidak. 

Menafsirkan ayat 44 dari QS Al-Baqarah, Ibnu Katsir menjelaskan, “Allah bukan mencela sikap amar ma’ruf nahi mungkar orang Yahudi sementara mereka tidak memenuhinya. Akan tetapi Allah mencela mereka karena mereka benar-benar tidak mau memenuhinya. 

Amar ma’ruf dan melakukan kebaikan sama-sama wajib. Yang satu tidak dapat mengggugurkan yang lain. Seorang ‘alim mempunyai dua kewajiban. Pertama, mengamalkan ilmu yang ia miliki untuk keselamatan dirinya sendiri. Kedua, mendakwahkannya dengan ber- amar ma’ruf nahi mungkar. Tentu saja amar ma’ruf dengan cara yang ma’ruf pula, dan nahi mungkar tapi jangan sampai menimbulkan kemungkaran lain. 

Bila seseorang belum mampu menerapkan suatu ilmu pada dirinya, bukan berarti gugur kewajiban untuk menyeru saudaranya yang lain. Hanya saja, proses amar ma’ruf itu akan lebih efektif dan cepat jika yang menyeru sudah mengamalkannya. Dan yang wajib lagi lebih utama bagi seorang yang mengerti adalah ia memenuhinya bersama dengan mereka yang diseru, bukannya malah melalaikan diri sendiri. 

Maraji : 
• Majalah ar-risalah no.15/th.2 jumadil tsani-rajab 1423H/ sept 2002 

23 September 2010

Surga Orang Miskin




Surga Orang Miskin
Judul            : The Power of Miskin
Penulis         : Rahmat HM dan Farizal Al-Boncelli
Penerbit       : Diva Press Yogyakarta
Tahun Terbit  : Agustus 2010

Banyak orang mengidentikan kemiskinan dengan penderitaan. Berbagai tekanan hidup dan beban mental memang kadang selalu menyapa orang-orang miskin. Namun, sejatinya tidak semua penderitaan tertuju pada kemiskinan. Karena orang kaya pun dapat merasakan penderitaan. Kekayaan bukan salah satu jalan menggapai surga-Nya. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh Rahmat HM, penulis dalam buku ini. Kumpulan hikmah dan catatan refleksi yang terangkum dalam buku ini, menyingkap secara detail sisi-sisi kemiskinan yang kadang kita pandang sebelah mata. Buku ini ditulis langsung oleh penulis yang sempat bermain peran dalam episode kemiskinan. Hal inilah yang membuat buku ini hidup, karena dia berbagi pengalaman yang dapat diambil hikmah berdasarkan ajaran Nabi Muhammad saw..