Ada yang menarik dari istilah 'akuntabilitas'. Jika melihat wikipedia indonesia, Akuntabilitas adalah sebuah konsep etika yang dekat dengan administrasi publik pemerintahan (lembaga eksekutif pemerintah, lembaga legislatif parlemen dan lembaga yudikatif (kehakiman) yang mempunyai beberapa arti antara lain, hal ini sering digunakan secara sinonim dengan konsep-konsep seperti yang dapat dipertanggungjawabkan (responsibility), yang dapat dipertanyakan (answerability), yang dapat dipersalahkan (blameworthiness) dan yang mempunyai ketidakbebasan (liability) termasuk istilah lain yang mempunyai keterkaitan dengan harapan dapat menerangkannya salah satu aspek dari administrasi publik atau pemerintahan, hal ini sebenarnya telah menjadi pusat-pusat diskusi yang terkait dengan tingkat problembilitas di sektor publik, perusahaan nirlaba, yayasan dan perusahaan-perusahaan.
27 November 2012
03 September 2012
Mewahnya Fasilitas Dewan Pemalas
Tak heran bila para politisi rela menebar miliaran rupiah saat Pemilu
tiba untuk bisa melenggang ke Senayan. Menjadi anggota Dewan memang
enak. Tidak hanya statusnya terhormat, tetapi fasilitas yang diterima
pun serba mewah.
Sidang paripurna penutupan masa sidang IV 2009-2010, Jumat (30/7), nampak lengang. Pembukaan sidang pun terpaksa agak molor karena menunggu kuorum. Ketika sidang dibuka Ketua DPR, Marzuki Alie, pun jumlah yang hadir cuma 302 orang dari 560 anggota DPR RI.
Sidang paripurna penutupan masa sidang IV 2009-2010, Jumat (30/7), nampak lengang. Pembukaan sidang pun terpaksa agak molor karena menunggu kuorum. Ketika sidang dibuka Ketua DPR, Marzuki Alie, pun jumlah yang hadir cuma 302 orang dari 560 anggota DPR RI.
30 Agustus 2012
Ada Anggota DPR dan Pimpinan Daerah Belum Paham Reformasi Anggaran
Jakarta - Pemerintah terus melakukan reformasi
perencanaan dan penganggaran dengan indikator performace base budgeting.
Namun belum semua stakeholder termasuk anggota DPR dan pimpinan daerah
belum paham 100%.
"Kalau melihat seminar, sampai dimana mau kemana, apakah seluruh pelaku paham performace base budgeting? Saya ragu stakeholder memahami, termasuk DPR dan daerah," kata Wakil Menteri Negara PPN/Wakil Kepala Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Padahal pada masa mendatang reformasi perencanaan dan penganggaran lebih banyak menjadid tanggung jawab pemerintah tingkat daerah. "Ke depan tanggung jawab lebih besar ada pada pelaku, Kementerian Lembaga dan Daerah. Perlu edukasi yang intens kepada pelaku dan daerah," ucapnya.
Dirjen Anggaran Kementerian keuangan, Herry Purnomo menambahkan, penerapan reformasi anggaran membutuhkan waktu. Terlebih kini penganggaran berdasarkana prinsip akuntansi, hingga apa yang terjadi dahulu sangat berbeda.
"Kalau melihat seminar, sampai dimana mau kemana, apakah seluruh pelaku paham performace base budgeting? Saya ragu stakeholder memahami, termasuk DPR dan daerah," kata Wakil Menteri Negara PPN/Wakil Kepala Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Padahal pada masa mendatang reformasi perencanaan dan penganggaran lebih banyak menjadid tanggung jawab pemerintah tingkat daerah. "Ke depan tanggung jawab lebih besar ada pada pelaku, Kementerian Lembaga dan Daerah. Perlu edukasi yang intens kepada pelaku dan daerah," ucapnya.
Dirjen Anggaran Kementerian keuangan, Herry Purnomo menambahkan, penerapan reformasi anggaran membutuhkan waktu. Terlebih kini penganggaran berdasarkana prinsip akuntansi, hingga apa yang terjadi dahulu sangat berbeda.
29 Agustus 2012
Mengapa Reformasi Birokrasi Berjalan Lambat?
Oleh: Imam Alfie
Sejak 2005, pemerintah telah menyuarakan program reformasi birokrasi. Pada tahun 2006-2007, dimulai di Departemen X (sekarang Kementerian X), sejumlah perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dimulai. Dari penerapan key performance indicators, perubahan tatalaksana pelayanan (perpajakan dan perbendaharaan), pemetaan potensi pegawai, hingga perbaikan kesejahteraan pegawai melalui pemberian tunjangan kinerja. Gerakan yang dimulai Kementerian X secara instansional ini kemudian diadaptasi ke kebijakan nasional pada tahun 2008 dengan terbitnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor Per/15/M.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi.
Menyebut reformasi birokrasi sebagai inisiatif Kementerian X tentu salah besar. Upaya reformasi birokrasi telah dimulai dari sejumlah pemerintah daerah, seperti Jembrana, Solok, Tanah Datar, Sragen, Kota Yogyakarta, atau Kota Tarakan. Upaya ini telah dimulai sejak awal dekade 2000-an dan karena menjadi semakin masif, maka perlu dijadikan kebijakan nasional. Untuk itulah pada tahun 2010 pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014. Perihal kedua kebijakan ini dilihat dari perspektif lain, saya punya opini dan akan saya tuliskan di artikel selanjutnya.
27 Agustus 2012
Serial Catatan Harian PNS: Jengah
![]() |
kata itu yang kemudian menuntun saya untuk kembali memulai tulisan di blog ini setelah sekian tahun vakum. 'Jengah' yang membuat jari-jari saya 'menari-nari' di keyboard untuk menuliskan kembali hari-hari yang (entah) berlalu dengan banyak kemunafikan. yang terakhir.. 'Jengah..' untuk kemudian saya hanya bisa berbagi lewat tulisan ini, tentang hari-hari yang kini terus menghinggapi. Kenapa? karena melihat atau bahkan berkubang dengan kemunafikan.. Apa pasal? Ya. kini saya yang tidak pernah terlintas dari dulu untuk menjadi seorang 'abdi negara' (begitu orang kata) kini menjalani profesi tersebut (saya yang lebih suka disebut 'abdi rakyat').
Saya ingin memulai dengan kata 'Pengabdian'. Ya...! sebuah profesi yang
berat jika orang-orang yang memiliki profesi itu sadar dengan
penerjemahan kata tersebut. Namun apa alasan mereka menginginkan profesi
ini? ratusan ribu orang memperebutkan profesi ini. Bahkan tak sedikit
yang main belakang hingga mengorbankan masa harta yang tidak sedikit.
Apakah demikian mahalnya harga dari sebuah 'pengabdian'?
19 Mei 2011
Harga Waktu Seorang Ayah
Seperti malam-malam sebelumnya sebut saja Heri, kepala cabang sebuah perusahaan swasta terkemuka. Tidak seperti biasanya, saat ia tiba di rumahnya jam 09.00 malam, Bunga putri pertamanya yang baru duduk di kels 1 SD, yang membukakan pintu untuknya Ia pun nampaknya sudah menunggu cukup lama.
”Koq belum tidur sayang?” sapa heri sambil mencium anaknya, karena biasanya putri satu-satunya ini sudah lelap ketika dirinya pulang. Dan baru bangun ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, bunga menjawab.
”Aku sengaja menunggu ayah pulang, karena Bunga ingin tanya berapa sih gaji ayah sebulan?” tanya Bunga
”Lho tumben, koq nanya gaji ayah? Mau minta uang lagi ya?” Ujar Heri sambil tersenyum.
”Ah enggak koq, Bunga pengen tau aja” Jawab si kecil
”Nah sekarang Bunga boleh hitung sendiri, setiap hari ayah berkerja sekitar 10 jam dan di gaji sekitar 400 ribu rupiah perharinya dan setiap bulannya rata-rata dihitung 25 hari bekerja, jadi gaji ayah dalam satu bulan berapa? Ayo, kamu tebak..?”
Bunga berlari mengambil pensil dan kertas menuju meja belajarnya, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Heri beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bunga berlari mengikutinya.
”Kalo 1 hari ayah dibayar 400 ribu rupiah berati setiap jamnya ayah digaji 40 ribu rupiah?” Kata Bunga.
”Waah, anak ayah betul-betul pinter! Ya udah, sekarang Bunga cuci kaki dan langsung bobo ya?” perintah sang ayah.
Tetapi Bunga tidak beranjak, dan diam sejenak, kemudian Bunga pun kembali bertanya, ”Ayah, Bunga boleh pinjam uang 5 ribu gak?”
”Ah sudah Bunga, kamu gak usah macam-macam lagi ya..? buat apa sih minta uang malam-malam begini, ayah kan capek Bunga, ayah mau mandi dulu ya? Sekarang kamu tidur..” Perintah Heri
”Tapi ayah....”
Namun sepertinya kesabaran Heri pun habis. “Ayah bilang tidur Bunga..!” bentak Heri mengejutkan Bunga.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Seusai mandi Heri nampaknya menyesali tindakannya tadi, ia pun menengok Bunga ke kamar tidurnya. Ternyata anak kesayangannya itu belum tidur. Malah terisak-isak pelan sambil matanya berkaca-kaca sambil memegang uang 15 ribu ditangannya. Heri pun kemudian duduk di samping Bunga sambil mengelus kepala bocah kecil kesayangannya itu dan berkata, ”Bunga maafkan ayah ya Nak! Ayah sayang sama Bunga, tapi buat apa sih minta uang 5 ribu malam-malam begini? Kalo mau beli mainan, besok kan masih bisa. Jangankan 5 ribu rupiah, lebih dari itupun akan ayah kasih..”
Mendengar hal itu Bunga memandang wajah ayahnya dan berkata, “Ayah, bunga gak minta uang sama ayah, Bunga hanya mau pinjam, nanti Bunga akan ganti setelah nabung lagi dari uang sisihan jajan Bunga selama seminggu ini”
”Iya ayah ngerti, tapi buat apa Bunga?” Tanya Heri lembut.
”Bunga menunggu ayah dari jam delapan, bunga mau mengajak ayah main ular tangga, 30 menit saja”
”Ibu sering bilang, kalo waktu ayah itu sangat berharga, jadi Bunga mau membeli waktu ayah. Ketika bunga buka tabungan. Ternyata ada 15 ribu rupiah”
”Tapi karena ayah bilang satu jam ayah dibayar 40 ribu rupiah, maka setengah jamnya ayah dibayar 20 ribu rupiah. Sedangkan tabungan Bunga kurang 5 ribu rupiah, makanya Bunga mau pinjam dari Ayah” Kata Bunga polos.
Mendengar keterangan anaknya itu, Heri pun terdiam dan kehilangan kata-kata. Lalu dipeluknya bocah kecil itu erat-erat. Dan di dalam angan-angannya ingin sekali ia menemani anaknya itu bermain ular tangga sampai pagi.
01 Mei 2011
Alhamdulillah.. Putri Pertama
Alhamdulillah telah lahir anak pertama kami dengan normal,
perempuan 2,9 kg 49 cm
pada tanggal 24 April 2011 pukul 23.25 WIB.
Telah kami beri nama
FATHYA ARIFAH
Fathya: Kemenangan, pembuka (Al Fatihah)
Arifah: Bijaksana, arif, kesejahteraan (Ar Refah), dulu saya pernah gabung dengan tim nasyid Ar Refah (walau cuman lips sync), singkatan dari Anak Rifkah Farizal (hehe...)
Jadi artinya, Pembuka Kemenangan yang bijaksana sebagai langkah meraih kejahteraan (maksa.com)... mohon doa dari bapak ibu, om tante dkk agar ia menjadi anak yang sholehah dan bermanfaat untuk ummat. Amiinn...
Langganan:
Postingan (Atom)







