03 September 2012

Mewahnya Fasilitas Dewan Pemalas


Tak heran bila para politisi rela menebar miliaran rupiah saat Pemilu tiba untuk bisa melenggang ke Senayan. Menjadi anggota Dewan memang enak. Tidak hanya statusnya terhormat, tetapi fasilitas yang diterima pun serba mewah.

Sidang paripurna penutupan masa sidang IV 2009-2010, Jumat (30/7), nampak lengang. Pembukaan sidang pun terpaksa agak molor karena menunggu kuorum. Ketika sidang dibuka Ketua DPR, Marzuki Alie, pun jumlah yang hadir cuma 302 orang dari 560 anggota DPR RI.

30 Agustus 2012

Ada Anggota DPR dan Pimpinan Daerah Belum Paham Reformasi Anggaran

Jakarta - Pemerintah terus melakukan reformasi perencanaan dan penganggaran dengan indikator performace base budgeting. Namun belum semua stakeholder termasuk anggota DPR dan pimpinan daerah belum paham 100%.

"Kalau melihat seminar, sampai dimana mau kemana, apakah seluruh pelaku paham performace base budgeting? Saya ragu stakeholder memahami, termasuk DPR dan daerah," kata Wakil Menteri Negara PPN/Wakil Kepala Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta, Kamis (30/8/2012).

Padahal pada masa mendatang reformasi perencanaan dan penganggaran lebih banyak menjadid tanggung jawab pemerintah tingkat daerah. "Ke depan tanggung jawab lebih besar ada pada pelaku, Kementerian Lembaga dan Daerah. Perlu edukasi yang intens kepada pelaku dan daerah," ucapnya.

Dirjen Anggaran Kementerian keuangan, Herry Purnomo menambahkan, penerapan reformasi anggaran membutuhkan waktu. Terlebih kini penganggaran berdasarkana prinsip akuntansi, hingga apa yang terjadi dahulu sangat berbeda.

29 Agustus 2012

Mengapa Reformasi Birokrasi Berjalan Lambat?


Oleh: Imam Alfie

Sejak 2005, pemerintah telah menyuarakan program reformasi birokrasi. Pada tahun 2006-2007, dimulai di Departemen X (sekarang Kementerian X), sejumlah perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dimulai. Dari penerapan key performance indicators, perubahan tatalaksana pelayanan (perpajakan dan perbendaharaan), pemetaan potensi pegawai, hingga perbaikan kesejahteraan pegawai melalui pemberian tunjangan kinerja. Gerakan yang dimulai Kementerian X secara instansional ini kemudian diadaptasi ke kebijakan nasional pada tahun 2008 dengan terbitnya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor Per/15/M.PAN/7/2008 tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi.

Menyebut reformasi birokrasi sebagai inisiatif Kementerian X tentu salah besar. Upaya reformasi birokrasi telah dimulai dari sejumlah pemerintah daerah, seperti Jembrana, Solok, Tanah Datar, Sragen, Kota Yogyakarta, atau Kota Tarakan. Upaya ini telah dimulai sejak awal dekade 2000-an dan karena menjadi semakin masif, maka perlu dijadikan kebijakan nasional. Untuk itulah pada tahun 2010 pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014. Perihal kedua kebijakan ini dilihat dari perspektif lain, saya punya opini dan akan saya tuliskan di artikel selanjutnya.

27 Agustus 2012

Serial Catatan Harian PNS: Jengah





Jengah...
kata itu yang kemudian menuntun saya untuk kembali memulai tulisan di blog ini setelah sekian tahun vakum. 'Jengah' yang membuat jari-jari saya 'menari-nari' di keyboard untuk menuliskan kembali hari-hari yang (entah) berlalu dengan banyak kemunafikan. yang terakhir.. 'Jengah..' untuk kemudian saya hanya bisa berbagi lewat tulisan ini, tentang hari-hari yang kini terus menghinggapi. Kenapa? karena melihat atau bahkan berkubang dengan kemunafikan.. Apa pasal? Ya. kini saya yang tidak pernah terlintas dari dulu untuk menjadi seorang 'abdi negara' (begitu orang kata) kini menjalani profesi tersebut (saya yang lebih suka disebut 'abdi rakyat'). 

Saya ingin memulai dengan kata 'Pengabdian'. Ya...! sebuah profesi yang berat jika orang-orang yang memiliki profesi itu sadar dengan penerjemahan kata tersebut. Namun apa alasan mereka menginginkan profesi ini? ratusan ribu orang memperebutkan profesi ini. Bahkan tak sedikit yang main belakang hingga mengorbankan masa harta yang tidak sedikit. Apakah demikian mahalnya harga dari sebuah 'pengabdian'?

19 Mei 2011

Harga Waktu Seorang Ayah

Seperti malam-malam sebelumnya sebut saja Heri, kepala cabang sebuah perusahaan swasta terkemuka. Tidak seperti biasanya, saat ia tiba di rumahnya jam 09.00 malam, Bunga putri pertamanya yang baru duduk di kels 1 SD, yang membukakan pintu untuknya Ia pun nampaknya sudah menunggu cukup lama. 

”Koq belum tidur sayang?” sapa heri sambil mencium anaknya, karena biasanya putri satu-satunya ini sudah lelap ketika dirinya pulang. Dan baru bangun ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, bunga menjawab. 

”Aku sengaja menunggu ayah pulang, karena Bunga ingin tanya berapa sih gaji ayah sebulan?” tanya Bunga 

”Lho tumben, koq nanya gaji ayah? Mau minta uang lagi ya?” Ujar Heri sambil tersenyum. 

”Ah enggak koq, Bunga pengen tau aja” Jawab si kecil 

”Nah sekarang Bunga boleh hitung sendiri, setiap hari ayah berkerja sekitar 10 jam dan di gaji sekitar 400 ribu rupiah perharinya dan setiap bulannya rata-rata dihitung 25 hari bekerja, jadi gaji ayah dalam satu bulan berapa? Ayo, kamu tebak..?”

Bunga berlari mengambil pensil dan kertas menuju meja belajarnya, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Heri beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bunga berlari mengikutinya. 

”Kalo 1 hari ayah dibayar 400 ribu rupiah berati setiap jamnya ayah digaji 40 ribu rupiah?” Kata Bunga. 

”Waah, anak ayah betul-betul pinter! Ya udah, sekarang Bunga cuci kaki dan langsung bobo ya?” perintah sang ayah. 

Tetapi Bunga tidak beranjak, dan diam sejenak, kemudian Bunga pun kembali bertanya, ”Ayah, Bunga boleh pinjam uang 5 ribu gak?” 

”Ah sudah Bunga, kamu gak usah macam-macam lagi ya..? buat apa sih minta uang malam-malam begini, ayah kan capek Bunga, ayah mau mandi dulu ya? Sekarang kamu tidur..” Perintah Heri 

”Tapi ayah....” 

Namun sepertinya kesabaran Heri pun habis. “Ayah bilang tidur Bunga..!” bentak Heri mengejutkan Bunga. 

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Seusai mandi Heri nampaknya menyesali tindakannya tadi, ia pun menengok Bunga ke kamar tidurnya. Ternyata anak kesayangannya itu belum tidur. Malah terisak-isak pelan sambil matanya berkaca-kaca sambil memegang uang 15 ribu ditangannya. Heri pun kemudian duduk di samping Bunga sambil mengelus kepala bocah kecil kesayangannya itu dan berkata, ”Bunga maafkan ayah ya Nak! Ayah sayang sama Bunga, tapi buat apa sih minta uang 5 ribu malam-malam begini? Kalo mau beli mainan, besok kan masih bisa. Jangankan 5 ribu rupiah, lebih dari itupun akan ayah kasih..” 

Mendengar hal itu Bunga memandang wajah ayahnya dan berkata, “Ayah, bunga gak minta uang sama ayah, Bunga hanya mau pinjam, nanti Bunga akan ganti setelah nabung lagi dari uang sisihan jajan Bunga selama seminggu ini” 

”Iya ayah ngerti, tapi buat apa Bunga?” Tanya Heri lembut. 

”Bunga menunggu ayah dari jam delapan, bunga mau mengajak ayah main ular tangga, 30 menit saja” 

”Ibu sering bilang, kalo waktu ayah itu sangat berharga, jadi Bunga mau membeli waktu ayah. Ketika bunga buka tabungan. Ternyata ada 15 ribu rupiah” 

”Tapi karena ayah bilang satu jam ayah dibayar 40 ribu rupiah, maka setengah jamnya ayah dibayar 20 ribu rupiah. Sedangkan tabungan Bunga kurang 5 ribu rupiah, makanya Bunga mau pinjam dari Ayah” Kata Bunga polos. 

Mendengar keterangan anaknya itu, Heri pun terdiam dan kehilangan kata-kata. Lalu dipeluknya bocah kecil itu erat-erat. Dan di dalam angan-angannya ingin sekali ia menemani anaknya itu bermain ular tangga sampai pagi. 

01 Mei 2011

Alhamdulillah.. Putri Pertama

Alhamdulillah telah lahir anak pertama kami dengan normal,
 perempuan 2,9 kg 49 cm 
pada tanggal 24 April 2011 pukul 23.25 WIB. 
Telah kami beri nama
FATHYA ARIFAH



Fathya: Kemenangan, pembuka (Al Fatihah)

Arifah: Bijaksana, arif, kesejahteraan (Ar Refah), dulu saya pernah gabung dengan tim nasyid Ar Refah (walau cuman lips sync), singkatan dari Anak Rifkah Farizal (hehe...)








Jadi artinya, Pembuka Kemenangan yang bijaksana sebagai langkah meraih kejahteraan (maksa.com)... mohon doa dari bapak ibu, om tante dkk agar ia menjadi anak yang sholehah dan bermanfaat untuk ummat. Amiinn...

22 April 2011

Liberalisme di Indonesia

Mukadimah
Isu tentang Islam liberal sering disalahpahami. Seolah-olah isu ini dikaitkan dengan JIL (Jaringan Islam Liberal). Kelompok JIL muncul pada tahun 2001. Sejak itulah umat Islam gempar dengan isu-isu yang disebarkan JIL melalui berbagai media.  Gerakan JIL memang terlihat sangat agresif. Mereka punya situs yang aktif, punya radio 68H yang direlay oleh ratusan radio di daerah. Ada lebih dari 60 koran yang bekerja sama dengan mereka.
Karena banyak kalangan umat Islam yang terpaku pada kelompok JIL saja. 

Maka ketika JIL sudah tidak terlalu aktif lagi kita pun menyangka bahwa gerakan liberal juga sudah berkurang dan berhenti. Padahal JIL itu hanyalah satu dari ratusan bahkan mungkin ribuan pengasong ide-ide liberal di Indonesia. Jadi JIL itu hanya asongan. Dia pengecer. Ada liberalisasi yang lebih serius yaitu liberalisasi di tingkat distributor.

Nah, distributor ini yang paling penting untuk dicermati. Meskipun para pengecer juga penting. Karena mereka yang ada dipinggir-pinggir jalan, nulis di koran-koran, muncul di media, nulis buku, yang seperti inilah yang mudah berinteraksi dengan masyarakat.

Latar Belakang Munculnya Gerakan Liberal

Apa sebenarnya yang dimaksud liberal? Kenapa bisa ada istilah Islam Liberal? Islam Liberal itu sebenarnya foto kopi. Saya mengatakan foto kopi karena mengambil dari istilah “Yahudi Liberal”. Kurang pas, sebenarnya, jika “liberal” ditempelkan pada Islam. Sebab Islam itu tidak bisa ditambahkan embel-embel lagi di belakangnya. Kalau Islam ditambahkan embel-embel di belakangnya, maka akan mengurangi kesempurnaan Islam itu sendiri. Misalnya ada istilah Islam Moderat, Islam Inklusif, Islam Pluralis, Islam Rasional, dsb. Istilah tambahan itu akan mereduksi nilai-nilai dari Islam yang sudah sempurna.

Istilah “Islam Liberal” pertama kali dipopulerkan oleh seorang profesor dari Chicago, ia orang Yahudi, namanya Prof. Leonard Bailerd. Profesor pakar politik ini menggunakan istilah Islam Liberal karena mengikuti istilah Liberal Yudaism yang sudah ada sebelumnya.

Gerakan liberal di kalangan Yahudi memang berkembang lebih dulu pada abad 19 di Jerman. Salah satu tokohnya Abraham Kaiger. Dia menulis buku berjudul “What it Borrow Muhammad From Yudaism” (Apa yang Muhammad Pinjam dari Yahudi). Kaiger ini merupakan tokoh Yahudi Liberal yang terkenal waktu itu.

Jadi kalau mau tahu apa sich sebenarnya ide Islam Liberal, maka lihat saja bagaimana Yahudi Liberal. Dari Yahudi Liberal inilah kemudian di kopi ke dalam ide Islam Liberal. Sebelum masuk ke dalam Islam, ide Yahudi Liberal ini sebenarnya telah lebih dahulu dikopi oleh Kristen Liberal.

Kenapa Mereka Ingin Meliberalkan Agamanya?

Sebetulnya sederhana sekali cara berpikirnya. Setelah barat Eropa masuk ke jaman modern, yaitu jaman renaisance, maka mereka kemudian menyingkirkan agama dalam kehidupan mereka. Mereka trauma. Sejarah Eropa itu adalah sejarah trauma terhadap campur  tangan agama terhadap kehidupan.

Kalau kita pernah dengar bagaimana Paus itu punya kekuasaan yang sangat besar di Eropa. Seluruh aspek kehidupan mereka kuasai. Maka politik mereka disebut theokrasi. Theo itu tuhan, kratos itu kekuasaan. Politik Kekuasaan Tuhan. Kenapa mereka bilang sistem politik di eropa kekuasaan Tuhan/theokrasi? Karena kekuasaan itu disahkan oleh wakil Tuhan, yaitu para pendeta dan paus.

Jadi kalau kita memahami ajaran katolik, paus itu punya sifat infeliblity, ma’sum. Paus itu tidak pernah salah. Ketika mereka berkuasa, ternyata yang terjadi di masyarakat tidak seperti itu. Ternyata Paus pernah berbuat salah. Bahkan kemudian banyak terjadi penindasan-penindasan terhadap masyarakat.

Akhirnya terjadi di Eropa sebuah gerakan, gerakan zaman baru, zaman rasional. Dimana mereka kemudian memusuhi agama. Muncul satu gerakan yang  disebut gerakan antiklerikalisme. Orang-orang eropa jadi benci kepada tokoh-tokoh agama. Jadi sederhana faktornya, ketika agama berkuasa maka rakyat tidak aman. Paus dan pendeta bersekutu dengan penguasa-penguasa dzalim yang menindas rakyat. Ilmuwan-ilmuwan juga dimusuhi dan dibunuh secara kejam.

Nah, dari sini muncul tokoh seperti Martin Luther yang melakukan gerakan reformasi terhadap gereja. Lebih jauh lagi kemudian muncul gerakan sekuler. Gerakan anti agama. Mereka ingin membuang agama dari kehidupan. Bahkan pada saat revolusi Perancis (1789) banyak pendeta yang dibunuh.

Gerakan revolusi di Eropa salah satunya dimotori oleh Freemasonry. Fremasonry didirikan di Inggris tahun 1717. Freemasonry punya misi dengan semboyan “Liberty, Egality, Pretenity” (Kebebasan, Keseteraan, Persaudaraan). Kebebasan disini adalah bebas dari agama. Maka sejak itu masyarakat Eropa tidak mau diatur agama lagi. Agama bagi mereka telah membuat mereka mundur terbelakang. Maka setelah renaisance mereka mulai bangkit. Renaisance artinya lahir kembali. Setelah melepas agama, mereka merasa terlahir kembali.

Di Amerika sangat mengedepankan semboyan-semboyan freedom (bebas). Bebas dari agama. Contoh simbol kebebasan mereka adalah adanya patung Liberty. Inilah yang melatar belakangi munculnya gerakan-gerakan liberal. Bebas dari aturan agama. Freemasonry juga yang memotori gerakan revolusi di Amerika tahun 1776. Tokohnya adalah Goerge Washington dan Thomas Jeperson.

Masuknya Gerakan Liberal Ke Indonesia

Freemanson akhirnya masuk ke Indonesia tahun 1764 (sebelum revolusi Amerika) dibawa orang-orang Belanda. Dimana orang-orang Belanda ini banyak yang menganut Kristen Protestan yang menentang Kristen Katolik. Mereka ingin menanamkan nilai-nilai kebebasan seperti yang telah mereka anut di barat yaitu peradaban anti agama yang maju dan modern. Jadi inilah gerakan liberal. Gerakan dimana mengganti agama dengan nilai-nilai baru yang bukan berasal dari agama.

Sebenarnya persoalan agama di Eropa bukan hanya dihadapi Islam. Tapi juga agama Kristen. Barat yang menganggap agama sebagai urusan personal menyebabkan berkurangnya penganut agama Kristen di sana. Gereja-gereja sepi bahkan banyak yang berubah menjadi bar atau tempat shoping.

Contoh kasus yang banyak dilakukan kaum liberal ini adalah mengenai maraknya homoseksual. Padahal di dalam bibel sendiri pelaku homo ini dilarang dan mendapat hukuman yang berat. Pelaku homo dan lesbi, di dalam bibel, dihukum mati. Tapi pada tahun 2003 sudah ada homo yang menduduki jabatan sebagai Uskup di Amerika. Gereja homo sekarang berkembang di Amerika dan Inggris.

Dalam ajaran Yahudi juga sama, kaum homo itu dihukum mati. Namun sekarang banyak sinagog yang menggunakan istilah Sinagog Liberal. Sinagog Liberal ini berbeda dengan sinagog pada umumnya. Punya tempat dan ritual ibadah berbeda dan mereka juga sudah kawin sesama jenis (homo).

Gerakan homo seksual juga sudah marak di Indonesia. Mereka sudah tidak malu lagi menunjukan dirinya. Tampil di tv dan dengan bangga memproklamirkan bahwa mereka adalah kaum homo. Di UNAIR ada dosen homo dan sudah terang-terangan, kalau mengajar, mengatakan dirinya telah menikah dengan laki-laki (sesama jenis). Di UI juga ada dosen lesbi. Dia seorang doktor dan terang-terangan mendukung lesbian. Di UIN pun ada profesor yang mendukung homo dan lesbi namanya Prof. Musdah Mulia.

Di IAIN Semarang ada jurnal yang sering menulis tentang homo dan lesbi ini. Sejak tahun 2004 itu sudah ada laporan utama dengan tagline Indahnya Kawin Sesama Jenis. Tulisan-tulisan di jurnal tersebut sangat berbahaya karena menafsir ulang ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan ada buku berjudul Homoseksuality in Islam dimana bab pertamanya membahas tentang meliberalkan Qur’an. Mereka menggagagas Syariah Revolution,. Syariat islam itu direvolusi karena tidak ada syariah yang tetap (absolut). Syariah itu mengikuti jaman. Menurut mereka agama yang melarang homo adalah agama yang sudah ketinggalan jaman. Sebab melanggar HAM.

Berbagai Bentuk Liberalisme Di Dalam Islam

Jadi intinya, liberalisasi adalah gerakan menjadikan agama baik itu Kristen, Yahudi, maupun Islam sesuai dengan perkembangan jaman. Itu saja. Contoh lain misalnya, dalam syariat, mereka membolehkan kawin lintas agama.  Jadi ada banyak hal yang harus dibahas menyangkut liberalisasi ini. Misalnya menyangkut liberalisasi syariah. Mereka ingin mengganti ushul fiqh dengan hermeneutika.

Yang kedua adanya liberalisasi Al-Qur’an. Mereka coba menanamkan pemahaman bahwa Qur’an ini adalah produk budaya. Ada buku judulnya Metodologi Studi Alqur’an yang ditulis oleh tokoh liberal Ulil Absor dan doktor Muqsid Ghazali. Di dalam buku tersebut jelas tertulis, “Al-Qur’an ini sudah salah sejak awal”.  Bahkan Ulil menuliskan bahwa di dalam Qur’an ini ada ayat-ayat yang salah.

Yang paling serius adalah liberalisasi dari sisi akidah, yaitu munculnya paham pluralisme. Tokohnya adalah Nurcholis Majid (sudah meninggal). Paham pluralisme ini sudah mendapat fatwa haram dari MUI. Bahkan tahun 2005 Gereja Vatikan sudah mengeluarkan dekrit yang melarang paham pluralisme agama. Paham ini membenarkan semua agama.
Di beberapa perguruan tinggi banyak yang mengganti metode pendidikan agama yang dirintis para ulama jaman dulu. Sekarang banyak program studi lintas agama. Di IAIN Surabaya sudah sepuluh tahun kuliah lintas agama ini berlangsung. Bahkan ada program kuliah gratis untuk program doktor lintas agama. Ironisnya banyak ustad-ustad dari pesantren dan dosen-dosen agama yang kuliah di sana.

Kemudian munculnya pemahaman keseteraan Gender. Ini juga gerakan sistematis liberal yang bisa menghancurkan keluarga muslim. Karena mereka tidak menginginkan kepemimpinan laki-laki di dalam rumah tangga. Mereka ingin setara semua. Dan gender ini jadi program resmi pemerintah saat Gusdur jadi presiden. Dia mengeluarkan inpres tentang kesetaraan gender. Seluruh program pembangunan wajib berwawasan gender. Seluruh universitas harus ada pusat studi gender.

Khotimah

Jadi upaya meliberalkan Islam ini memang kenyataan yang harus kita hadapi. Gerakan ini masih ada dan terus bergerak. Tidak hanya dilakukan oleh non muslim tapi juga oleh pemuka-pemuka agama Islam itu sendiri. bagaimana kita menghadapinya? Perang melawan gerakan liberal adalah perang ilmu, perang dalil, kuat-kuatan strategi, kuat-kuatan argumen, dan kuat-kuatan akidah.

Jadi sekarang, kita harus terus meningkatkan pemahaman kita terhadap Islam yang benar. Jadikan serangan liberal ini sebagai cambuk agar kita bisa berbuat lebih baik lagi. Jadikan kenyataan adanya Islam Liberal ini sebagai cermin agar kita lebih serius mendalami ajaran Islam secara benar dan kaffah. Jika kita serius, yakinlah kita akan bisa menang melawan arus liberaslisme meskipun mereka punya sokongan dana dan kekuatan yang besar.

Penceramah: Ust. Adian Husaini
Ditulis Oleh Rahmat HM